Langit sangat cerah, matahari bersinar terang, udara terasa segar. Dumbo beserta kawan-kawannya berjalan menelusuri hutan. Hutan tempat dia tinggal bersama keluarga dan kawanannya. Tapak demi tapak mereka melangkah.
"Ibu, aku ingin bermain di lumpur itu bersama mereka." Dumbo menunjuk kubangan lumpur yang sudah dipenuhi oleh gajah lainnya. Ibunya menganggukkan kepala tanda setuju. Dumbo pun berlari menghampiri kawannya. Dia menceburkan dirinya ke dalam kubangan lumpur. Dia terlihat sangat senang.
Dumbo menyemburkan air dari dalam lumpur ke tubuhnya, lalu dia berguling-guling di kubangan lumpur itu. Dia sangat menikmati bermain disana. Gajah memang sangat senang bermain di kubangan lumpur. Namun, itu tidak hanya untuk bermain. Lumpur bekerja sebagai tabir surya alami untuk gajah. Selain itu, mandi lumpur juga bisa membantu mereka untuk membersihkan parasit dan kotoran dari kulit mereka.
"Dumbo, ayo kita harus kembali berjalan!" Ibunya meminta Dumbo segera mengakhiri mandi lumpur untuk melanjutkan perjalanan mereka. Dumbo pun menuruti. Dumbo kembali berjalan bersama keluarga dan kawanannya. Mereka berjalan menyusuri hutan untuk mencari air dan makanan.
Gajah dapat menempuh perjalanan ratusan kilometer dan mereka dapat mengingat rute yang pernah mereka lewati. Mereka mempunyai memori jangka panjang yang sangat bagus. Gajah cenderung akan melewati rute yang sama.
Dumbo berserta kawan-kawannya tiba-tiba berhenti. Mereka mengamati sekeliling.
"Bu, kenapa kita berhenti?" tanya Dumbo. Ibu Dumbo diam sejenak. "Tempat ini sudah berubah. Dahulu pohon-pohon tumbuh menjulang ditempat ini. Lihatlah keadaannya sekarang!" Ibu Dumbo menjelaskan sembari memerhatikan sekelilingnya.
Pohon-pohon itu kini lenyap, yang tersisa hanya batang-batang pohon yang tergeletak di tanah. Hutan rimbun berubah menjadi tanah kosong.
"Mungkin kita salah jalan, Bu." Ucap Dumbo. Ibu Dumbo menggelengkan kepala.
"Tidak mungkin, Nak. Ibu ingat betul tempat ini."
"Lalu bagaimana, Bu?" tanya Dumbo.
"Woii!! Ada gajah!! Pergi kalian!!!." Seorang lelaki berteriak sambil mengacungkan bambu. Seketika, segerombolan orang berdatangan. Mereka terlihat sangat marah. Mereka menghampiri, lebih tepatnya mengusir kawanan gajah yang tengah berhenti.
"Lari!!" seru Bobi, gajah yang paling tua dikawanan itu. Semua berlari tak beraturan, berusaha menyelamatkan diri.
"Ibu, ada apa ini? Aku takut. Kenapa mereka mengejar kita?" tanya Dumbo sembari berlari.
"Nanti ibu jelaskan, Nak. Sekarang kita harus pergi." Ucap Ibu Dumbo sembari berlari dibelakang Dumbo.
"Apakah semuanya aman?" tanya Bobi sambil memerhatikan sekeliling. "Aman sepertinya." Jawab Petra, salah satu gajah yang berada dalam kelompok Bobi.
"Dasar manusia serakah! Mereka tidak henti-hentinya menghabisi rumah kami. Semua mereka babat. Jika seperti ini, bagaimana nasib kami?" Ujar Bobi kesal.
"Iya dasar serakah!"
"Manusia egois!"
"Mereka tidak pernah puas." Riuh suara para gajah terdengar.
Dumbo menatap bingung dan masih sedikit takut. "Bu, sebenarnya ada apa ini?" tanya Dumbo.
"Kenapa kita dilempari benda menyala tadi? Dan kenapa mereka mengacungkan bambu kepada kita? Apa salah kita, Bu?" Dumbo menatap ibunya.
Ibu Dumbo menatapnya lekat.
"Kita tidak salah,Nak. Tidak ada yang salah dari kita. Mereka sudah lama membabat hutan ini. Sedikit demi sedikit lahan mereka babat. Sudah puluhan pohon mereka tebang, Nak." Jelas Ibu Dumbo.
"Apakah itu hal yang seharusnya mereka lakukan, Bu?" tanya Dumbo. "Tentu saja tidak! Mereka seharusnya menjaga hutan ini, bukan merusaknya." Jawab Bobi tegas.
Dumbo nampak bingung.
"Lalu, kenapa mereka melakukannya?" Ibu Dumbo membelai tubuh Dumbo lembut dengan belalainya. Dumbo menatap ibunya. "Apakah kita akan kehilangan rumah, Bu?"
"Tidak akan kubiarkan itu terjadi!" Ucap Bobi. "Aku akan mempertahankan hutan ini. Hutan ini bukan hanya milik mereka. Kita juga berhak tinggal disini." Lanjut Bobi.
"Iya, betul!!, sudah berapa banyak pohon mereka tebang? Bahkan mereka juga tidak segan membunuh kita." Petra menimpali.
"Membunuh?" Dumbo kaget dan langsung menatap ibunya. Ibunya Dumbo langsung mengarahkan pandangan ke Petra dan Bobi. "Kenapa? Ucapan Petra benar! Kamu tidak ingat dengan apa yang menimpa Didi?" Bobi menatap tajam Ibu Dumbo. Ibu Dumbo terlihat marah dengan ucapan Bobi.
"Didi siapa, Bu? Didi bapak, kah? Apa yang terjadi dengan bapak, Bu?" Dumbo menatap Ibunya dan Bobi bergantian.
"Kamu mau tahu apa yang terjadi dengan bapakmu?" Balas Bobi.
"Diam kau Bobi!" Gertak Ibu Dumbo. Dumbo terlihat sangat bingung. Ibu Dumbo menggerakkan belalainya, mengajak Dumbo untuk lanjut berjalan. Namun, Dumbo tidak bergerak sedikit pun. Dia masih menunggu jawaban atas pertanyaannya.
"Dumbo, ayo!" Ucap Ibu Dumbo.
"Bu, sebenarnya ada apa? Apa yang terjadi dengan bapak? Apakah ada hubungannya dengan para manusia tadi?" Dumbo kembali bertanya.
"Ibu sudah pernah memberitahu kamu, bukan?" Jawab Ibu Dumbo. Dumbo terlihat tidak puasa dengan respon ibunya. Dumbo melirik Bobi. Ibu Dumbo menatap Bobi tajam. Bobi hanya diam.
"Ayo, lebih baik kita lanjutkan perjalanan kita!" Seru Ibu Dumbo mencoba mengalihkan pembicaraan. Mereka pun kembali berjalan menyusuri hutan.
"Bu, sebenarnya ada apa? Kenapa mereka mengejar kita? Apakah kita berbuat salah?" Dumbo kembali bertanya kepada Ibunya.
"Tidak, nak. Kita tidak berbuat salah. Hanya saja,.." Ibunya menghentikan perkataannya sejenak, berpikir. Dumbo menatap lekat.
"Mungkin sudah saatnya kamu tahu ini." Lanjut Ibunya Dumbo. "Soal bapak, mereka benar." Dumbo terlihat bingung.
"Mereka benar? Maksudnya bagaimana, Bu?" tanya Dumbo. "Kematian bapak ada hubungannya dengan mereka. Bapak dibunuh oleh mereka." Mata Dumbo membulat. "Dibunuh mereka? Bapak salah apa, Bu?" Dumbo menatap lirih Ibunya. "Tidak ada, Nak! Mereka mengincar gadingnya. Mereka memburu para gajah jantan untuk diambil gadingnya." Jelas Ibu Dumbo.
"Apakah sepenting itu gading untuk mereka?" tanya Dumbo.
"Mungkin iya, Ibu juga tidak tahu, Nak." Dumbo menundukkan kepalanya.
"Kenapa mereka sangat jahat?" Ibu Dumbo membelai kepala Dumbo dengan belalainya.
"Kenapa kita tidak menyerang mereka, Bu?" Lanjut Dumbo.
"Mereka punya senjata, Nak. Kita tidak bisa melawan mereka. Biarkan Tuhan saja yang membalas."
Dumbo menatap langit.
"Ya Tuhan, tolong balaskan perbuatan jahat mereka kepada bapak. Mereka sangat jahat, Tuhan."
-The End -
Cerita ini sengaja dibuat menggantung karena sampai saat ini kehidupan mereka masih terancam. Seperti yang kita ketahui populasi gajah di Indonesia dari waktu ke waktu mengalami penurunan.
Ada beberapa penyebabnya, yaitu pembabatan hutan secara massive, konflik dengan manusia, dan perburuan liar. Kita sepatutnya turut andil menjaga alam ini demi keberlangsungan hidup bersama.
Tuhan menciptakan alam ini tidak hanya untuk manusia. Mahluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan juga berhak atas alam ini.
*****
Cerita ini bisa dibaca juga di Wattpad dan KaryaKarsa
Terima kasih!!!
Have a good day 🫶






No comments:
Post a Comment